212740
TodayToday438
YesterdayYesterday449
This_WeekThis_Week1230
This_MonthThis_Month7378
All_DaysAll_Days212740

RENOVASI RUMAH, PERBAIKAN RUMAH

RENOVASI RUMAH, PERBAIKAN RUMAH  
 
Setiap pemilik rumah harus siap melakukan renovasi atau perbaikan rumah. Pernyataan ini rasanya tidak berlebihan, mengingat rumah, seperti semua barang yang digunakan terus-menerus akan mengalami perubahan. Perubahan ini bisa jadi karena pengaruh usia rumah atau bisa juga karena perubahan selera manusia si pemilik rumah, yang tidak puas dengan kondisi fisik bangunan rumah-nya saat ini. Salah satu upaya mengimbangi perubahan inilah yang diterjemahkan ke dalam sebuah proses yang disebut renovasi rumah.
Perbaikan Rumah
Seringkali orang mengganggap renovasi hanya untuk rumah seken atau untuk rumah standar yang dibangun oleh pengembang. Padahal  urusan renovasi rumah berlaku juga bagi rumah yang dibangun dari nol oleh si pemilik rumah. Saat mendirikan rumah, baik pemilik rumah maupun perancang dan pelaksana pembangunan sudah memperhitungkan berbagai faktor dengan sangat cermat dan mempersiapkan bangunan rumah untuk penggunaan sampai beberapa puluh tahun ke depan.
Namun perubahan fisik rumah tidak pandang bulu. Kerusakan bangunan rumah yang terjadi akibat cuaca misalnya, merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar. Belum lagi tren desain yang selalu berkembang. Pemilik rumah yang ingin rumahnya selalu tampil baru, tak segan melakukan renovasi tampak depannya. Jika perubahan selalu terjadi, kemungkinan renovasi pun akan selalu ada.
Renovasi atau Pengembangan  Perbaikan Rumah .
Renovasi rumah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbarui, memperbaiki atau mengganti sebagian bangunan rumah untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Sebenarnya, ada kegiatan lain yang juga sering dimasukkan ke dalam definisi renovasi, yaitu pengembangan.
Jika masing-masing istilah ini dipisahkan, perbedaannya adalah dalam luasan bangunan fisik rumah. Renovasi tidak mengubah luasan bangunan rumah, sementara pengembangan menambah luasan rumah. Dalam renovasi, bangunan hanya diperbaiki dan diperbarui dengan material yang baru. Penambahan kamar anak di lahan kosong di belakang rumah atau meningkat rumah misalnya, termasuk kategori pengembangan.
Tetapi untuk lebih mudahnya, orang mengistilahkan 'renovasi rumah" untuk kedua kegiatan tersebut. Yang jelas, renovasi berbeda dengan membangun rumah dari awal. Saat pelaksanaannya, kondisi bangunan lama rumah harus menjadi perhatian utama karena tujuan renovasi rumah adalah memperbarui bangunan yang sudah ada.
Alasan Renovasi atau Perbaikan Rumah
Dilihat dari skalanya, renovasi dapat berupa pengerjaan yang kecil, seperti sekadar mengganti keramik dinding kamar mandi. Yang berskala sedang seperti membongkar dapur, sampai  yang berskala besar, seperti merombak ulang seluruh ruang di rumah. Sementara bila dilihat tujuannya, beragam alasan dikemukakan pemilik rumah soal renosi. Beberapa yang umum ditemui adalah alasan-alasan berikut ini:
 
1. Bangunan Rumah Mengalami Kerusakan.
Entah karena terpapar cuaca, dimakan usia, bahkan karena bencana alam, bangunan rumah suatu ketika mengalami kerusakan. Jika ini alasannya, renovasi tidak bisa ditunda lagi. Apalagi bila kerusakan menyangkut struktur, yang jelas-jelas membahayakan penghuni rumah.
2. Kebutuhan Ruang Dalam Rumah Bertambah.
Alasan ini umum dikemukakan para pemilik rumah yang memiliki anggota baru di keluarganya. Bertambahnya jumlah anak atau orangtua yang tinggal bersama di usia senjanya, merupakan sedikit contoh. Yang juga banyak ditemui adalah kebutuhan membuat kamar pembantu dan kamar mandi pembantu, yang biasanya belum ada pada rumah-rumah bertipe standar di perumahan.
3. Rumah Kurang Nyaman.
Kenyamanan rumah tergantung dari banyak aspek. Design dan lingkungan sekitar merupakan salah satunya. Jika rumah dirasa tidak nyaman, misalnya pengap dan kurang cahaya, renovasi menjadi jalan penyelesaian terbaik. Bahkan jika rumah dirancang dari awal, kondisi lingkungan yang berubah serta teori-teori design yang pada kenyataannya tidak berjalan sesuai perkiraan, dapat menjadi alasan dilakukan renovasi.
4. Selera Design Rumah Berubah.
Design selalu mengalami perkembangan. Walaupun tidak secepat pergerakan tren busana, rumah pun memiliki tren design-nya sendiri. Bagi pemilik rumah yang selalu mengikuti tren, inilah yang menjadi latar belakang renovasi yang dilakukannya. Agar tidak ketinggalan dengan tren terbaru, renovasi dapat dilakukan pada muka rumah saja atau bahkan mengubah layout ruang-ruang dalamnya agar perubahan design dapat dirasakan secara total. Perubahan design ini juga menjadi alasan renovasi bagi pembeli rumah seken yang design rumah awalnya kurang mengena di hati.
5. Perawatan Berkala.
Rumah yang secara teratur dirawat akan  berumur panjang. Walaupun belum rusak, tetapi ketika ada bagian arsitektur rumah yang sudah berumur, penggatian dengan material baru menjadi tindakan pencegahan yang bijaksana. Dengan melakukan renovasi rumah di awal, biaya perbaikan yang tidak terduga atas kerusakan dapat dikurangi. Apalagi saat ini teknologi bahan bangunan khusus rumah tinggal berkembang begitu pesat, sehingga menghasilkan material baru yang punya ketahanan lebih baik.
Apapun alasan orang merenovasi rumah, satu hal harus pasti, renovasi harus direncanakan dan dilaksanakan dengan cermat. Perizinan yang lengkap, detail rencana pembangunan, sampai perkiraan biaya harus dipikirkan diawal agar renovasi rumah dapat berjalan lancar.
 
Tips Merenovasi atau Perbaikan Rumah
Renovasi RumahBerikut ada beberapa tips yang mungkin bisa Anda laksanakan, terutama saat akan merenovasi rumah:
1. Sisihkan Dana
pelaksanaan renovasi rumah ibarat melubangi dompet. Uang cepat sekali terkuras habis tanpa terasa.  Biaya yang dikeluarkan sering kali melampaui perkiraan biaya yang sudah dibuat seblum pelaksaaan renvasi.  Sebelu renovasi dijalankan, sebaiknya tambahkan sekitar 205 dari anggaran biaya sebagai biaya tak terduga. kenaikan harga material atau perubahan design di tengah jalan, hanya beberapa hal yang membuat anggaran biaya sebaiknya dilebihkan sedikit.
2. Peraturan Sebagai Acuan Membangun
Pelaksanaan renovasi sering kalil membuat pusing kepala. Selain masalah dana yang pasti menyedot banyak pikiran, banyak masalah yang muncul tidak terduga. Sebenarnya pemerintah daerah sudah mengeluarkan peraturan yang memandu pelaksanaan pembangunan. Masing-masing daerah mengeluarkan kebijakana yang berbeda. Untuk DKI Jakarta sendiri, ada Perda no. 7 tahun 1991. dengan mematuhi apa yang ada di dalam perda tersebut saat pembangunan, seharusnya tidak ada masalah yang berarti. Sayangnya, banyuak masyrakat tidak mengethi, atau enggan mempelajari perda ini.
3. Menyimpan Material
Selama ini lokasi renovasi dapat ditandai dari keberadaan material di depan jalan. Gunungan pasir, tumpukan sak semen, susunan bata, dianggap wajar. Tidak dianggap aneh pula bila kegiatan ini mengganggu lalu lintas di jalan tersebut. Padahal, semua bahan bangunan yang diperlukan saat pembangunan rumah tersebut harus berada di dalam lahan yang sedang dibangun, karena menurut Perda, pelaksanaan pembangunan tidak boleh mengganggu lalu lintas.
Di samping itu, beberapa material membutuhkan perhatian khusus saat disimpan. Misalnya semen. Salah menyimpan, material ini mengeras dan tidak dapat digunakan lagi. Pertama, simpan semen di temat yang terlindung dari air dan kelembaban. Hindarkan semen dari hujan dan usahakan semen tidak bersentuhan langsung dengan tanah, dengan cara melapisi bagian bawahnya dengan papan kayu.
Pembelian material saat renovasi juga harus diatur waktunya, terlebih jika tempat penyimpanannya terbatas. Kadang ada pemikiran bahwa membeli material  diawal berarti kita mendapat harga yang lebih murah. Tetapi ada ruginya juga menyimpan material terlalu lama sebelum dipakai. ini meningkatkan resiko material pecah, rusak atau berkarat. Akhrinya banyak material yang tidak terpakai yang sama saja dengan pemborosan. Material yang sebaiknya baru dibeli ketika akan digunakakn antara lain batu bata, batako, keramik dan genteng.
4. Pasang Jaring Pengaman
Saat meningkat rumah, terutama di perumahan yang rumahnya saling berdempetan, masalah yang sering timbul adalah ketika dinding tinggi harus diplester dan cipratannya mengotori rumah atau lahan tetangga. Belum lagi resiko kejatuhan material rumah. Para tetangga jelas akan menyatakan keberatannya.
Sebenarnya dalam Perda no. 7 tahun 1991 pasal 250 ayat 1 sudah dijelaskan bahwa: "Untuk pelaksanaan bangunan tinggi dan atau bangunan lainnya yang dapat menimbulkan bahaya jatuhnya benda-benda ke sekitarnya, harus dipasang jaring pengaman." Peraturan ini juga berlaku untuk pembangunan rumah tinggal.
Lagi pula, mengenai kotoran akibat renovasi, pihak pembangunlah yang bertanggunjawab membersihkan dan memperbaiki sekitar lokasi sesuai keadaan semula. Ini pun tercakup dalam Perda yang sama, ayat 251. Karena itu, pemasangan jaring tidak saja berguna bagi lingkungan sekitarnya, tetapi juga menguntungkan pihak pembangun sebab jaring pengaman akan mengurangi kotor.
5. Tentukan konsep tentang renovasi secara matang
Pada tahap ini, kita menentukan bagian rumah mana saja yang ingin kita perbaiki, bagaimana desainnya, apakah kita akan menggunakan kembali material lama atau tidak. Bila ingin menggunakan material lama tentu harus dibongkar secara hati-hati agar tidak rusak. Sedangkan menentukan desain berguna agar hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Karena bila hasil tidak sesuai, kita harus membongkarnya sehingga biaya yang dikeluarkan lebih banyak. Dengan mengetahui konsep dengan matang juga membantu tukang mengerjakan dengan lebih cepat.
6. Tentukan bahan bangunan dan kualitas material bangunan yang akan digunakan
Bila memang dana kita terbatas, tidak ada salahnya kita menggunakan barang-barang berkualitas sedang atau barang bekas. Bila kita memilih dengan cermat, kita dapat menemukan barang bekas tapi berkualitas baik. Penggunaan barang-barang berkualitas sedang misalnya untuk keramik lantai, kayu-kayu, kusen, atau cat interior. Keramik yang dipasang dengan teknik yang baik dapat menghasilkan lantai yang indah walaupun menggunakan keramik kualitas sedang. Sedangkan bagian-bagian yang wajib menggunakan barang-barang dengan kualitas baik adalah pada bagian fondasi rumah, pipa air yang ditanam, struktur bangunan, rangka atap. Dapat dibayangkan bila pada bagian tadi terjadi kebocoran atau rusak, tentu kita harus membongkar lagi yang berarti perlu mengeluarkan uang lagi. Untuk cat eksterior juga disarankan menggunakan kualitas baik karena bagian luar rumah biasanya terkena hujan, teriknya matahari atau udara lembab.
7. Menghilangkan satu bagian pekerjaan renovasi
Yang dimaksud disini adalah kita tidak melakukan satu bagian pekerjaan, sehingga waktu yang digunakan lebih cepat dan dapat menghemat biaya. Misalnya : Tembok tanpa diplester yang dapat membuat tembok tampak alami, atau mengecat tanpa di plamur.
8. Pemilihan cara pembayaran
Cara pembayaran umumnya terbagi dua, yaitu borongan dan harian. Bila memang kita sudah pasti apa yang akan direnovasi dan kita sudah mengetahui konsep renovasi secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan. Sebaliknya, bila konsep renovasi kita belum jelas kita dapat membayar tukang secara harian.
9. Pilih waktu yang tepat untuk renovasi
Renovasi sebaiknya jangan dilakukan saat musim hujan, karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Selain itu, untuk bagian yang berada di luar yang sedang direnovasi menjadi sulit kering dan bahkan bisa menjadi rusak.
 
Tips Menghemat Biaya Renovasi Rumah
Memiliki rumah dengan nuansa baru bisa memberikan keceriaan dan warna berbeda di kehidupan sebuah keluarga. Melakukan renovasi bisa jadi salah satu pilihan tepat untuk mewujudkannya. Tak perlu khawatir berapa banyak uang yang akan Anda keluarkan, karena proses renovasi rumah bisa dilakukan dengan budgetminimum.Hemat Rnovasi Rumah
Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan supaya renovasi rumah menjadi efisien, hemat dan tepat sasaran.  Berikut adalah langkah-langkahnya :
1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan konsep renovasi dengan matang. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan-kesalahan pengerjaan yang menyebabkan dikeluarkannya biaya yang lebih banyak. Pematangan konsep juga memudahkan para pekerja menyelesaikan tugasnya.
2. Pematangan konsep sebaiknya dilakukan melalui proses diskusi dengan anggota keluarga lain karena renovasi rumah bertujuan memberikan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga. Padukan ide-ide di antara anggota keluarga dan dapatkan solusi dan keputusan yang tepat dan menguntungkan semua pihak.
3. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah pemilihan waktu yang tepat untuk merenovasi. Kondisi cuaca dan musim sangat berpengaruh pada proses renovasi. Misalnya, membangun dan merenovasi rumah ketika musim hujan, sangatlah tidak tepat untuk dilakukan. Hujan akan mempersulit proses pembangunan sehingga membutuhkan waktu pengerjaan yang lebih lama, selain itu hujan pun menghambat didapatnya hasil yang maksimal.
4. Melakukan survei terhadap harga-harga bahan bangunan dan keperluan renovasi lainnya akan sangat berguna meminimalisasi pengeluaran Anda. Sebagai salah satu alternatif penghematan, Anda bisa menggunakan bahan bangunan bekas tetapi berkualitas, asalkan Anda bisa dengan cermat memilih barang-barang yang bagus.
5. Ada beberapa barang yang sebaiknya Anda beli dengan kualitas yang sangat baik, seperti pipa, fondasi rumah, dan rangka atap. Pemilihan cat pun sebaiknya dilakukan dengan baik, terutama untuk eksterior rumah karena bagian ini sering terkena sinar matahari dan hujan, sehingga sering ditumbuhi jamur dan warnanya mudah luntur.
6. Pemilihan cara pembayaran pun sebaiknya Anda perhatikan. Ada dua sistem pembayaran yang bisa Anda terapkan, yaitu sistem borongan dan sistem harian. Bagi Anda yang sudah sangat matang dengan konsep renovasi, sebaiknya menggunakan sistem borongan karena akan sangat menghemat pengeluaran Anda. Sedangkan bagi Anda yang masih ragu-ragu dengan konsep renovasi, sebaiknya memilih pembayaran pekerja secara harian.

Untuk menggunakan jasa renovasi rumah atau jasa perbaikan rumah silakan klik disini 

PILIH BAJA RINGAN, TIDAK BOLEH SEMBARANGAN!

Jangan asal baja ringan. Saat berencana membeli dan mengaplikasikannya, Anda perlu yakin bahwa baja ringan tersebut berkualitas baik.

Popularitas baja ringan yang semakin meningkat, menarik banyak orang untuk berlomba-lomba memproduksi dan menjual material rangka atap ini. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Dengan demikian, pilihan di pasaran semakin banyak. Sayangnya, tidak semua produsen ini memperhatikan kualitas baja ringan yang mereka pasarkan.

Smartruss Regional Sales Manager for Residential Solution-Central , Fransisca Rina Trianasari, mengatakan bahwa kualitas baja ringan tidak bisa hanya dilihat dari produknya saja. Paling tidak ada lima hal, yang perlu diketahui konsumen, untuk mengukur kualitas baja ringan yang mereka beli. Apa saja?

Pertama, perhatikan materialnya. Apakah baja ringan yang dibeli sudah sesuai standar mutu. Misalnya baja ringan untuk reng atap, harus memiliki ketebalan 0,75 mm. Setiap bagian atap memiliki ukuran masing-masing. Tanyakan nformasi sejelas-jelasnya kepada produsen baja ringan Anda. Baja ringan yang baik dan kuat juga tidak mudah ditekuk atau dibengkokkan. Setelah terpasang, rangka atap yang berkualitas tidak akan melengkung apalagi patah, meski diberi beban berat.

Berikutnya adalah perencanaan atau desain. Produsen yang baik, akan membuat gambar kerja atau desain yang detail untuk setiap bangunan. Beda rumah, beda bangunan, akan memiliki gambar kerja berbeda pula. Gambar kerja inilah yang akan memandu installer untuk memasang rangka atap baja ringan.

Poin ketiga adalah installer atau tukang yang memasang. Produsen baja ringan yang baik, sebaiknya memiliki installer sendiri. Sehingga jelas siapa yang memasang rangka atap, dengan desain yang bagaimana, dan standar kualitasnya pun lebih bisa dipertanggungjawabkan.

Dua hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah repitasi perusahaan produsen dan garansi yang diberikan. Bagaimanapun, kata Fransisca, reputasi produsen bisa jadi patokan kualitas baja ringan yang dipasarkannya.

"Jangan asal membeli baja ringan karena harga yang murah namun mutunya rendah. Kita tentu tidak mau mengambil resiko atap rumah roboh, yang akhirnya merugikan diri kita sendiri, kan?," ujar Fransisca lagi.

Jadi, mulai sekarang saat akan membeli baja ringan, jangan cuma tanya harga. Tanyakan kelima hal yang kita bicarakan tadi, sehingga kita tidak tertipu dengan baja ringan bermutu rendah.

 

BAJA RINGAN, SI ANTI-KARAT UNTUK RANGKA

     


Baja ringan, si anti-karat yang cocok untuk konstruksi rangka atap rumah Anda

Penggunaan material kayu untuk membuat rangka atap mulai berkurang. Perlahan-lahan masyarakat mulai melirik penggunaan bahan baja ringan , si anti-karat untuk konstruksi rangka atap rumahmereka.

Baja ringan merupakan salah satu bahan alternatif yang cocok digunakan untuk membuatkonstruksi rangka atap rumah . Bahan jenis ini cenderung merupakan jenis material yang ringan, kuat, panjang usia dan mudah untuk dipasang. Jadi, bisa dipastikan material ini memang memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan material atap rumah biasa.

Agar tidak mudah berkarat, baja ringan mengalami proses pelapisan antikarat. Ada dua jenis bahan lapisan yang biasanya digunakan, yaitu galvanis dan campuran almunium dan zinc. Bahan baja dengan yang dilapisi galvanis bisanya lebih tahan karat, sementara bahan baja yang dilapisi campuran almunium dan zinc  akan lebih tahan terhadap korosi air dan garam.

Penggunaan bahan baja ringan, tidak sama dengan penggunaan bahan kayu, sehingga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih baja ringan untuk rangka rumah Anda:

 Produsen . Produsen yang baik biasanya akan memberikan software  yang akan membantu Anda dalam menghitung struktur terbaik, untuk atap rumah Anda.  Prepabrikasi, yakni perakitan kuda-kuda dibuat di pabrik dengan bantuan mesin akan menjamin kerapian produk dan menghindari dari kesalahan pemasangan yang dilakukan tukang.

  • Spesifikasi . Salah satu acara untuk mengetahui kualitas baja yang Anda beli, adalah dengan cara menekuknya. Baja dengan kualitas baik tidak akan menghasilkan kerutan garis ketika ditekuk.

Cara Menghindari Baja Ringan Berkarat

     

Secara material, atap baja ringan mempunyai beberapa kelebihan dibanding material struktur lainnya. Salah satunya adalah tahan karat. Kunci antikarat sendiri terletak pada lapisan yang melingkupi permukaan batang baja ringan. Lapisan tipis berupa campuran alumunium dan senyawa lainnya ini cukup ampuh mencegah korosi menghinggapi baja di dalamnya. Namun saat lapisan terbuka, karat bisa muncul. Untuk menghindari rusaknya baja ringan, ada baiknya Anda lakukan perawatan sekaligus pencegahan agar lapisan anti karat tidak terbuka.
Sebagai acuan, berikut empat hal yang harus dihindari ketika menggunakan baja ringan. 


1. Hujan dan panas  Pada dasarnya, atap baja ringan bukanlah material untuk eksterior. Jadi tidak disarankan untuk terkena panas dan hujan terus menerus. Terpaan cuaca tersebut lambat laun akan mengurangi daya tahan lapisan antikarat pada baja. Akibatnya akan muncul korosi yang lebih cepat dari garansi yang diberikan. Saat proses pemasangan, tempatkan baja ringan dalam ruang tertutup yang terhindar dari sinar matahari dan hujan. Hindari pengerjaan di kala musim penghujan mulai tiba

 2. Air semen Hindari baja ringan terkena adonan semen. Menempelnya air semen pada permukaan baja ringan akan menghasilkan reaksi kimia dan berpotensi merusak lapisan antikarat. Khususnya jenis baja ringan dengan lapisan antikarat berjenis Zinc (galvanis). Saat tahap konstruksi berlangsung, lindung baja ringan dari proses pengerjaan beton atau adoanan semen. Hindari pula pengaplikasian adonan semen untuk karpus (genteng nok) langsung di atas rangka baja ringan. Buat lapisan kedap air sebagai pembatas. 

3. Tergores Ketika lapisan antikarat tergores maka baja akan berhubungan langsung dengan oksigen. Akibat pertemuan zat tersebut akan terjadi reaksi kimia antara udara dengan baja yang menghasilkan karat. Jadi saat terjadi kerusakan  misal akibat bekas sambungan yang terbuka atau pemotongan yang salah, secepat mungkin Anda lakukan pelapisan ulang. Lapis ulang permukaan dengan menggunakan cat. Jangan lupa untuk meminimalisasi kesalahan pasang sehingga muncul banyak luka di permukaan baja.


4. Larutan Asam Cairan bersifat asam sangat reaktif ketika bersentuhan dengan permukaan baja ringan. Coating atau lapisan antikarat dapat mengelupas dan menghasilkan karat. Larutan asam umumnya berada pada produk pembersih lantai dan keramik.

Atap Baja Ringan apa saja

     

Standar pemasangan baja ringan memang sangat penting. Material ini menjadi kokoh karena sistem rangka yang terangkai jadi satu, Bukan material yang berdiri sendiri. Pemahaman ini yang sering dilupakan oleh pemilik rumah. Atas nama harga murah, mereka cenderung membeli batangan baja ringan (ketengan) bukan sistem terpasang.
Akibatnya, tak ada kontrol pemasangan. Keselamatan penghuni jadi taruhan. Berangkat dari fenomena tersebut, berikut kami sajikan 15 fakta mengenai baja ringan. Selamat membaca!
(Disarikan dari berbagai sumber literatur, pendapat  praktisi, dan data produsen)

1. Sistem Kesatuan

Atap baja ringan itu sistem kesatuan, bukan hanya berbicara tentang satu batang. Kunci kekuatannya terletak pada integrasi tiap batang yang  terkoneksi dengan sambungan secara utuh. Saat terjadi kesalahan kecil pada satu rangka akan berimbas ke seluruh atap. Satu bagian tertarik maka bisa rubuh semua. Tentu perhitungan terkomputerisasi jadi panduan, bukan sekadar berdasar pengalaman atau reka-reka.

2. Jenis Profil

Ada 3 jenis baja ringan yang umum ditemui di Indonesia. Profil head section (U terbalik dengan kaki), profil C dan profil Z. Tiap profil punya kelebihan tersendiri dengan sistem sambungan yang berbeda pula. Profil head section misalnya, memiliki kestabilan lebih karena mempunyai “dua kaki” sebagai penumpu. Sambungan berada di dua sisi kaki. Untuk profil C cukup efisien secara bentuk dan mudah dalam aplikasi. Harga yang ditawarkan juga lebih terjangkau.

3. Lapisan Antikarat

Salah satu komponen penting dalam baja ringan adalah lapisan coating antikarat. Jenis pelapis yang digunakan berbeda-beda tiap merk. Ada yang berupa galvanis (Zinc), galvanum dan zincalume (kombinasi  Zinc, alumunium dan silikon) dan ZAM (Zinc, Alumunium dan Magnesium). Perbedaan campuran akan mempengaruhi ketahanan terhadap zat lain seperti garam, larutan asam dan larutan basa. Setiap jenis juga punya ketebalan tersendiri. Umumnya ketebalan yang dipakai 100-150gr/m² atau sering ditulis dengan kode AZ100 (menyesuaikan kadar ketebalan).  Namun, untuk baja ringan yang dijual lepasan/ketengan angka AZ umumnya tak lebih dari 100. Semakin tipis lapisan, semakin mudah lapisan antikarat rusak. Baja ringan pun mudah kena korosi.

4. Kekuatan

Pada dasarnya baja ringan merupakan lembar baja dengan ketebalan berkisar 0,65mm-1mm. Kekautan yang dipersyaratkan adalah 550Mpa atau 550kg/m². Dalam kemasan umumnya tertulis Hi Tensile G550. Namun Anda perlu berhati-hati dengan kode yang tertera tersebut. Tak semua produk dengan kode G5500 punya kekuatan yang sesuai. Butuh uji lab untuk memastikan. Nah, agar tak tertipu, pilih produk baja ringan yang berkompeten dan terpercaya. Perlu diingat, kekuatan atap baja ringan terletak pada sistem satu kesatuan, bukan sekadar per batang. 

5. Software

Untuk menghasilkan sistem kesatuan antar baja ringan yang utuh dan kokoh butuh sistem perhitungan yang presisi. Perhitungan tak boleh berdasar perkiraan atau pengalaman. Perhitungan pembebanan harus berdasarkan komputerisasi yang minim kesalahan, yaitu melalui software khusus. Tiap produsen baja ringan telah mempunyai  software tersendiri untuk menghasilkan desain rangka yang paling efektif, efisien dan aman. Mulai dari bentuk rangka, ukuran sambungan hingga jumlah screw . Tentu disesuaikan dengan profil dan jenis rangka masing-masing. Agar perhitungan bisa tepat dan nihil kesalahan, dibutuhkan data-data kondisi rumah yang lengkap dan sesuai kondisi riil. Data ini harus didapatkan sejak survei awal.

6. Survei Lokasi 
Proses survei sebelum pengapliaksian atap baja ringan bukan sekadar formalitas. Data yang didapat dari peninjuan kondisi  rumah, berfungsi sebagai materi perhitungan software. Salah data bisa fatal akibatnya. Biaya membengkak dan keselamtan jiwa terancam. Agar perhitungan semaikin akurat, produsen akan membutuhkan banyak info. Mulai dari desain rumah keseluruhan, bentuk atap,  layout ruangan, struktur bangunan, jarak tritisan hingga jenis penutup atap yang akan dipakai.Tak hanya itu, aksesoris tambahan seperti penempatan  waterheater, solar panel, antena hingga lampu gantung juga diperlukan. Termasuk rencana pengembangan rumah dikemudian hari. Perencanaan matang dan keakuratan data akan menjamin keamanan dan kenyamanan pemilik rumah.

7. Beban Tambahan 
Jangan sepelekan beban tambahan saat ingin memasang baja ringan. Penambahan beban di luar perhitungan bisa berakibat fatal. Atap bisa runtuh atau  mengalami gagal struktur. Konsistensi dengan data rencana awal juga penting. Misal pada perhitungan awal Anda hanya ingin memasang pemanas air dengan bobot 100kg, namun kemudian berubah menjadi 200kg. Perubahan data akan mempengaruhi desain dan perhitungan rangka atap. Imbasnya biaya yang dikeluarkan semakin besar.Konsultasikan terlebih dahulu dengan teknisi bersertifikasi jika ada penambahan beban di luar rencana awal. Koordinasi sedari awal mengurangi potensi kecelakaan dikemudian hari.

8. Sambungan 
Sebagai sebuah sistem yang terintegrasi, sambungan antar rangka tak kalah penting. Umumnya sambungan menggunakan baut/screw  dengan jumlah bervariasi sesuai perhitungan  software. Namun umumnya jumlah  screw 2 buah atau lebih. Selain sambungan antar baja, perhatikan pula sambungan antara baja dengan ringbalk (balok atap). Untuk menjaga kestabilan, sambungan ke struktur rumah ini menggunakan dynabolt. Sambungan harus menyambung dengan konstruksi beton, bukan bata atau kayu.

9. Panduan Pemasangan 
Setelah proses perhitungan dan olah data oleh  software baja ringan rampung, maka akan muncul gambar kerja sebagai panduan pemasangan rangka atap. Gambar kerja ini berisi gambar penempatan sistem rangka, jenis dan panjang rangka, hingga jumlah screw/baut. Dari data ini baru teknisi bisa melakukan pemotongan, penyambungan hingga instalasi di atap. Banyak detail data membuat gambar kerja hanya dapat diterjemahakan oleh teknisi sertifikasi, bukan tukang. Pelaksana lapangan hanya memasang saat ada supervisi dari teknisi.

10. Aplikator vs Tukang 
Alat pemasangan sambungan baja ringan cukup sederhana dan mudah, percayakan pemasangan kepada teknisi bersertifikasi. Kesalahan pemasangan bisa membuat baja robek dan melukai lapisan coating pelindung karat. Untuk memasang baja ringan juga tak menyoal pengalaman saja, namun kemampuan menerjemahkan gambar juga penting. Teknisi yang bersertifikasi tak melakukan improvisasi asal-asalan. Namun didasarkan pada perhitungan berdasar kalkulasi software. Pengukuran, pemotongan, dan penyambungan semua berdasarkan gambar kerja.

11. Bentuk Kuda-kuda 
Jangan terpaku pada bentuk kuda-kuda kayu konvensional, sekadar simetris. Bentuk kuda-kuda baja ringan mempunyai banyak variasi, sesuai dengan hasil perhitungan software. Jangan heran jika bentuk rangka ada yang miring ke satu sisi. Bentuk kuda-kuda dengan sudut tak simetris umumnya mengakomodasi perbedaan pembebanan dalam satu atap misal pemasangan waterheater. Karena pembebanan berlebih di salah satu bidang atap, maka rangka di sisi tersebut menjadi lebih rapat. Beban yang disalurkan lebih banyak. Selain beban berlebih, posisi layout ruang dan ringbalk juga memengaruhi. Bentuk kuda-kuda menyesuaikan posisi balok sebagai tumpuan penyalur beban.

12. Jarak dan Bentangan Kuda-kuda 
Salah satu keterbatasan baja ringan adalah jarak antar kuda-kuda yang rapat. Jarak idealnya 120cm atau bisa bervasirasi sesuai dengan perhitungan software, mulai dari 60cm-135cm. Jenis rangka ini jarang diekspos karena bentuk sistemnya yang rumit. Dari segi bentangan lebar kosong (tanpa penyangga), rata-rata  baja ringan mampu mencapai 8m-12m. Namun untuk bentangan 10m-12m cukup berisiko dan butuh penambahan ring balok. Penambahan balok baru akan tentu mempengaruhi desain rangka atap keseluruhan.

13. Jenis Penutup Atap 
Pemilihan penutup atap untuk rangka baja ringan tak sekadar menyoal keindahan dan fungsi, tapi juga efisiensi dan biaya. Semakin kecil ukuran genteng, semakin banyak reng yang harus dihasilkan. Imbasnya biaya bisa tambah membengkak. Misal untuk genteng metal jarak rengnya 45cm dan genteng keramik 20cm, maka jumlah reng genteng  keramik lebih banyak. Hal ini juga berlaku dengan bobot penutup atap. Semakin berat material maka semakin kuat rangka yang harus menyangga. Harga pun ikut naik.

14. Harga dan Biaya 
Harga yang ditawarkan tiap produsen berbeda-beda sesuai dengan kualitas material dan perhitungan software yang mereka keluarkan. Dalam satu produsen juga tak ada harga tetap. Semua harga dan biaya dihitung berdasarkan perhitungan luas, ketinggian, sudut atap dan jenis penutup yang dipakai. Umumnya harga sistem baja ringan berkisar dari Rp130.000–Rp300.000an termasuk pemasangan dan garansi. Anda juga dapat menyampaikan info mengenai dana yang Anda miliki sebagai panduan bagi produsen. Jadi produsen akan memberikan alternatif desain atap yang paling efisein sesuai dengan dana yang Anda miliki.Hindari pembelian baja ringan batangan/ketengan. Walau harga murah, namun tak ada jaminan kualitas dari sisi kekuatan dan antikarat. Terlebih pemasangan dilakukan dengan tukang tanpa ada perhitungan terkomputerisasi.

15. Garansi 
Sebagai jaminan,  produsen baja ringan memberikan garansi ketahanan atap. Waktu garansi berbeda satu dengan yang lain. Umumnya di atas 10 tahun hingga 20 tahun. Tapi ingat, garansi menjadi tidak berlaku jika ada perubahan rangka atap tanpa pemberitahuan ke produsen dan teknisi terkait. Perubahan berupa penggantian penutup atap, penambahan aksesoris atau renovasi atap akan membuat perhitungan awal berubah. Imbasnya ketentuan desain awal yang digaransikan ikut berubah.

Bookmakers bonuses with gbetting.co.uk website.